Beranda / UMKM & Wirausaha / BPR Suryajaya Kubutambahan Gelar Literasi & Inklusi Keuangan di Buleleng Festival 2025, Singaraja

BPR Suryajaya Kubutambahan Gelar Literasi & Inklusi Keuangan di Buleleng Festival 2025, Singaraja

WhatsApp Image 2025 08 22 at 17.49.52

Tanggal 22 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi PT. BPR Suryajaya Kubutambahan dalam memperkuat peranannya di bidang edukasi finansial. Bertempat di pusat Kota Singaraja, dalam rangkaian Buleleng Festival 2025, bank perekonomian rakyat ini menghadirkan kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen BPR Suryajaya Kubutambahan dalam mendukung program pemerintah terkait peningkatan literasi keuangan di daerah, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Dengan mengusung semangat “Melek Finansial untuk Semua”, acara ini berhasil menarik perhatian pengunjung festival yang ingin memahami lebih jauh pentingnya mengelola keuangan dengan baik.

Literasi Keuangan di Tengah Meriahnya Buleleng Festival 2025

Buleleng Festival 2025 atau Bulfest 2025 menjadi salah satu acara budaya terbesar di Kabupaten Buleleng. Festival ini rutin digelar dan selalu menghadirkan kolaborasi seni, budaya, UMKM, hingga edukasi masyarakat. Tahun ini, Bulfest mengusung tema besar “The Mask History of Buleleng”, yang memadukan nilai tradisional dan modern. Pusat kegiatan festival berada di sekitar Tugu Singa Ambara Raja, Sasana Budaya, Puri Kanginan, hingga Jalan Veteran dan Pahlawan di Kota Singaraja.

Di tengah kemeriahan tersebut, BPR Suryajaya Kubutambahan hadir dengan kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Pengunjung festival tidak hanya menikmati hiburan budaya, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar mengenai pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, hingga cara memanfaatkan kredit usaha untuk mendukung UMKM lokal. Hal ini menjadikan festival tidak hanya sebagai wadah hiburan, tetapi juga ruang edukatif bagi masyarakat.

Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan

Literasi keuangan adalah pemahaman seseorang terhadap cara mengelola uang, mulai dari mencatat pengeluaran, menabung, berinvestasi, hingga mengakses produk perbankan. Tanpa pemahaman yang cukup, masyarakat rentan mengalami kesulitan finansial, terjebak dalam hutang yang tidak sehat, atau kesulitan mengembangkan usaha.

Sementara itu, inklusi keuangan berarti memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan formal. Bagi pelaku UMKM di Buleleng, akses ke perbankan sangat penting untuk mengembangkan usaha, mendapatkan modal, dan meningkatkan daya saing.

Melalui kegiatan ini, BPR Suryajaya Kubutambahan ingin menegaskan bahwa perbankan bukan hanya untuk masyarakat kota besar, tetapi juga untuk semua lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah. Produk-produk seperti tabungan ringan, kredit usaha mikro, hingga layanan digital banking diperkenalkan sebagai solusi yang mudah dijangkau.

BPR Suryajaya Kubutambahan: Mendekatkan Perbankan ke Masyarakat

Sebagai salah satu bank perekonomian rakyat yang beroperasi di Buleleng, BPR Suryajaya Kubutambahan memiliki visi untuk membantu masyarakat lokal agar lebih mandiri secara finansial. Dengan menghadirkan kegiatan literasi keuangan di Buleleng Festival 2025, bank ini menunjukkan konsistensinya dalam memberikan edukasi keuangan, mendukung UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memberikan edukasi, BPR Suryajaya Kubutambahan juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produknya. Misalnya:

  • Tabungan Sederhana dan Terjangkau: untuk membantu masyarakat menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
  • Kredit Pengembangan Usaha: sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM agar bisa mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani syarat yang rumit.
  • Layanan Digital: mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi, sehingga lebih praktis di era modern.

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat semakin mudah untuk merencanakan keuangan, baik untuk kebutuhan pribadi, keluarga, maupun usaha.

Festival Budaya Bertemu Edukasi Finansial

Yang menarik dari kegiatan ini adalah penyatuannya dengan festival budaya. Masyarakat yang awalnya datang untuk menikmati seni dan hiburan, akhirnya juga mendapatkan nilai tambah berupa edukasi finansial. Inilah yang membuat acara literasi keuangan di Buleleng Festival 2025 terasa lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat.

BPR Suryajaya Kubutambahan juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah investasi jangka panjang. Semakin banyak masyarakat yang paham mengenai pengelolaan keuangan, semakin kuat pula fondasi ekonomi daerah.

Kesimpulan

Kehadiran BPR Suryajaya Kubutambahan dalam Buleleng Festival 2025 bukan hanya sebagai pelengkap acara, melainkan bagian penting dalam upaya mencerdaskan masyarakat di bidang finansial. Dengan literasi dan inklusi keuangan, masyarakat Buleleng diajak untuk lebih bijak mengelola uang, berani memanfaatkan layanan perbankan, dan membangun masa depan finansial yang lebih stabil.

Momentum ini menjadi bukti bahwa festival budaya tidak hanya soal hiburan, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kesadaran finansial. Harapannya, kegiatan semacam ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat di Buleleng dan sekitarnya yang merasakan manfaat nyata dari literasi keuangan.

Buleleng Festival 2025 telah menjadi saksi nyata bahwa seni, budaya, dan keuangan bisa berjalan seiring dalam memajukan masyarakat. Dengan dukungan BPR Suryajaya Kubutambahan, Singaraja tidak hanya kaya budaya, tetapi juga semakin maju dalam literasi finansial.

Tag: